Selamat datang di situs web PERTUNI DKI Jakarta

Tunanetra adalah mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali (buta total) hingga mereka yang masih memiliki sisa penglihatan tetapi tidak mampu menggunakan penglihatannya untuk membaca tulisan biasa berukuran 12 point dalam keadaan cahaya normal meskipun dibantu dengan kaca mata (kurang awas / low vision).
Pertuni adalah organisasi kemasyarakatan tunanetra Indonesia yang didirikan oleh sekelompok tunanetra pada tahun 1966.
PERTUNI Provinsi DKI Jakarta merupakan satu dari 28 unit organisasi PERTUNI di tingkat daerah yang menjalankan kegiatan dan program kerjanya di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Unit organisasi ini dibentuk di Jakarta pada tanggal 8 Mei 1971 di Jl. Kubis II No. 39 Jakarta Selatan yang diprakarsai oleh beberapa orang tunanetra, sebagai pelopornya adalah Saudara H.R. Rusbandi.
Sejauh ini PERTUNI PROVINSI DKI Jakarta telah memiliki 5 (lima) Dewan Pengurus Cabang (DPC) di lima wilayah DKI Jakarta, dengan jumlah anggota yang telah terdaftar sekitar 800 orang tunanetra. Terbentuknya PERTUNI PROVINSI DKI Jakarta didasarkan atas pemikiran : "Keprihatinan terhadap kondisi tunanetra DKI Jakarta pada saat itu. Hak-hak sebagai warga negara menjadi hilang karena ketunanetraan, sementara kesadaran para tunanetra itu sendiri untuk menyenyam pendidikan masih sangat rendah." Hal ini selaras dengan dasar pemikiran terbentuknya PERTUNI secara nasional.
Sejak dibentuknya, PERTUNI PROVINSI DKI Jakarta telah melaksanakan 4 (Empat) kali Musyawarah Daerah (MUSDA) yang menghasilkan produk-produk MUSDA sesuai dengan kondisi dan perkembangannya. Terakhir MUSDA diselenggarakan pada tanggal 12 Januari 2006, yang memilih dan menetapkan saudara Bayu Iwan Yulianto sebagai Ketua DPD PERTUNI DKI Jakarta masa bakti 2006 – 2011. Terselenggaranya MUSDA merupakan konsekuensi PERTUNI DKI Jakarta untuk menjaring dan menyerap input dari anggota mengingat organisasi ini dalam kiprahnya mengemban amanat anggota. Selama berjalannya waktu, PERTUNI DKI Jakarta mendapatkan banyak pengalaman. Ditengah hiruk-pikuk drap langkah Ibukota, PERTUNI DKI Jakarta dalam mengemban tugasnya tidak sedikit tantangan dan hambatan yang dihadapinya serta tidak sedikit pula peluang yang didapatinya.