| PENERBITAN BUKU KITAB HADIST ARBAIN DALAM BENTUK |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Selasa, 04 Mei 2010 23:12 |
|
PENERBITAN BUKU KITAB HADIST ARBAIN DALAM BENTUK
Hadist yang merupakan perkataan, Perbuatan dan sikap Nabi adalah sumber hukum islam kedua setelah Al – Quran. Dengan berpegang teguh kepada 2 (dua) sumber hukum ini manusia akan tetap berada di jalan yang lurus, jalan yang mengantarkan kepada keridhoan, ampunan, kecintaan dan surganya Allah Taallah. Allah Tallah berfirman yang artinya: “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Katakanlah: “ Ta’atilah Allah dan Rasulnya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir”. “’ (QS. Ali Imran 31 - 32). Hal tersebut dipertegas oleh sabda Nabi yang artinya: “ Aku tinggalkan dua perkara kepada kalian yang tidak akan sesat selama-lamanya selama kalian berpegang kepada keduanya yaitu kitab Allah (Al - Quran dan sunnahku)
Al - Quran nulkarim merupakan sumber hukum umat islam yang berisi tentang prinsip-prinsip aqidah, keimanan, ibadah, akhlak dan seterusnya bersifat universial dan komprehensif. Adapun hadist Nabi merupakan sumber hukum yang menerangkan secara rinci tentang ikhwal yang belum dirinci dalam Al - Quran. Misalnya: didalam Al - Quran Allah memerintahkan hambaNya untuk menegakkan sholat; maka Nabi SAW melalui hadistnya menerangkan cara sholat yang benar.
Agar umat islam tidak salah dalam melakukan berbagai aktivitas ibadah baik mahdhah maupun ghirumadhah, maka mereka harus mempelajari dan menelaah 2 sumber hukum tersebut.
Para Tunanetra meski dengan keterbatasannya mereka memiliki tanggungjawab dan kewajiban yang sama untuk menggunakan Al - Quran dan Al - Hadist sebagai pedoman hidupnya. Namun untuk melaksanakan hal tersebut tunanetra mengalami kendala dalam hal akses bacaan. Untuk dapat membaca dan mempelajarinya perlu disediakan Al - Quran dan Al - Hadist dalam versi Arab Braille (harpun napirotun). Adapun Al – Quran dalam versi Arab Brille relative lebih mudah untuk dimiliki oleh para Tunanetra kerena di Indonesia telah memiliki 2 lembaga penerbit Al - Quran Braille yang sesuai dengan standart mushaf utsmani
Berbeda dengan kitab Al - Quran, Kitab – kitab hadist karena jumlahnya yang terlalu banyak maka para tunanetra lebih kesulitan untuk mengaksesnya. Berbagai kitab-kitab hadist yang bertebaran dan sangat mudah diakses oleh orang yang berpenglihatan misalnya kitab Riadhu-shalihin, kitab bulghul-maram, fiqkhu-sunnah, nailul-authar dan lain-lain yang masing-masing berhalaman sangat tebal. Apabila dikonversi kedalam versi arab Braille, menjadi kurang lebih 20 sampai 30 buku untuk setiap kitab.
Selain itu biaya untuk pembuatan buku Braille sangat mahal hal ini disebakan oleh:
Didasari atas permasalahan tersebut, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (DPD PERTUNI) DKI Jakarta bermaksud menerbitkan kitab Hadist Arbain Nawawi dalam versi Arab Braille. Penerbitan ini ditandai dengan pembentukan tim penerbit Braille PERTUNI DKI Jakarta, selanjutnya tim ini bekerja mulai dari penyiapan master copy sampai proses penerbitan.
Untuk mewujudkan hal tersebut PERTUNI DKI Jakarta mengajak kepada para adhaniah, para muksinin, dan para muzaki agar berkenan untuk berpartisipasi dan berkontribusi melalui penyaluran zakat, infaq, shadaqah dan wakaf untuk tersedianya kitab Hadist Arbain tersebut.
Tujuan diterbitkan buku tersebut adalah: Membantu tunanetra islam untuk memperkaya pemahaman islam melalui pemahaman dan pengajaran kitab hadist, Melengkapi bahan bacaan yang disediakan untuk kelompok-kelompok majelis ta’lim tunanetra yang tersebar diwilayah di DKI Jakarta dan Sebagai referensi para tunanetra dalam hal peningkatan iman dan ketaqwaan
PROSES PELAKSANAAN PENERBITAN
SASARAN PENDISTRIBUSIAN KITAB HADIST ARBAIN Kitab hadist arbain yang diterbitkan oleh tim penerbit Braille PERTUNI DKI Jakarta Jakarta rencananya akan didistribusikan kepada:
|















