| PELATIHAN NASIONAL KOMPUTER BICARA UNTUK TUNANETRA |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Selasa, 04 Mei 2010 23:16 |
|
PELATIHAN NASIONAL KOMPUTER BICARA UNTUK TUNANETRA
LATAR BELAKANG Teknologi merupakan sarana akses informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penguasaan teknologi diharapkan dapat memudahkan orang dalam memperoleh informasi dan melakukan komunikasi sesuai yang dibutuhkan. Teknologi bukan lagi sesuatu yang mewah, melainkan kebutuhan mendasar bagi peningkatan kwalitas sumber daya manusia. Teknologi bersifat universal dan informasi bersifat global. Ini berarti bahwa kebutuhan akan teknologi informasi menjadi milik setiap individu pada setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali mereka yang mengalami kondisi sebagai tunanetra. Untuk dapat mengintegrasikan diri dalam lingkungan yang inklusif, kalangan tunanetra perlu membekali diri dengan kemampuan akses teknologi informasi serta pengetahuan melalui media ketrampilan penggunaan komputer. Dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan program screen reader, yaitu sebuah program yang mampu mendiskripsikan informasi pada layar komputer ke dalam suara, tunanetra dapat melakukan berbagai pekerjaan sebagaimana orang berpenglihatan. Dengan teknologi ini tunanetra dapat menulis, melakukan perhitungan matematika, memutar musik, brosing internet, berkomunikasi baik chatting maupun e-mail. Sayangnya teknologi ini belum bisa dinikmati oleh semua tunanetra, tingginya harga komputer sudah cukup sulit bagi mereka untuk dapat memiliki sarana tersebut, belum lagi tingginya harga perangkat lunak yang semestinya membantu tunanetra untuk mengakses computer, akan tetapi sulit terjangkau oleh mereka. Hal ini semakin turut memberatkan keadaan sehingga baru sebagian kecil dari tunanetra yang dapat mengakses teknologi tersebut. PERTUNI sebagai organisasi kemasyarakatan tunanetra yang memiliki tangungjawab untuk meningkatkan kemampuan anggotanya khususnya dalam bidang teknologi komputer merasa prihatin terhadap kondisi tersebut. Karenanya PERTUNI berupaya optimal untuk dapat meningkatkan kemampuan anggotannya dalam mengakses teknologi informasi. Upaya penguasaan teknologi informasi dikalangan tunanetra dilakukan melalui pemberian bekal kemampuan pengoperasian komputer. Komputer yang dipergunakan oleh tunanetra tersebut sama dengan komputer yang dipergunakan oleh masyarakat pada umumnya. Bedanya adalah pada komputer tersebut ditambahkan satu sofware yang dapat mengkonfersi tulisan pada layar monitor menjadi suara, sehingga memungkinkan bagi tunanetra untuk mengaksesnya melalui pendengaran. Menyadari akan sangat pentingnya penguasaan komputer bagi tunanetra dalam upaya akses teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, maka Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) bermaksud menyelenggarakan program kegiatan pelatihan komputer bicara untuk tunanetra. Melalui program ini PERTUNI berharap agar anggotannya mampu mengakses teknologi komputer, sehingga para tunanetra dapat meningkatkan kualitas diri yang kemudian mampu bersaing dalam era globalisasi. Direncanakan kegiatan ini merupakan program berkesinabungan yang akan diselenggarakan secara bertahap bagi kader – kader PERTUNI di daerah - daerah diseluruh Indonesia.
BENTUK KEGIATAN Mekanisme Pelatihan Selama pelatihan, peserta akan menerima materi serta prioritas pada praktek, dengan di bimbing dan didamping oleh tim instruktur. Sebagai panduan, kepada peserta akan diberikan buku materi dalam bentuk Braille. Dan selama dalam pelatihan peserta tinggal dan menginap di lokasi secretariat DPP PERTUNI. Materi Pelatihan Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini meliputi program-program komputer yang paling sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu akan diberikan juga materi pengetahuan dasar tentang komputer dan program-program komputer. Program dasar yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi program-program Microsoft Windows, Microsoft Office dan screen reader. Untuk lebih rincinya adalah sebagai berikut:
Tenaga Pengajar/Instruktur Tenaga pengajar pelatihan komputer ini adalah instruktur tunanetra professional. Dengan tenaga pengajar tunanetra diharapkan peserta lebih optimal dalam memahami materi yang disampaikan. Hal ini dimungkinkan dapat tercapai karena interaksi sesama tunanetra ini lebih mampu memberikan motivasi dan akan efektif ketika memandu tunanetra dalam mengoperasikan komputer dengan menggunakan screen reader. Jakarta, 08 Maret 2010
|















