| Laporan Triwulan III |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Jumat, 23 April 2010 06:25 |
|
Laporan Triwulan Ketiga I. Pendahuluan Memasuki triwulan ketiga tahun ini, kegiatan dan aktivitas DPD PERTUNI DKI Jakarta terhitung lebih padat dari triwulan sebelumnya. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Nuansa Ramadhan PERTUNI (NURANI) yang diselenggarakan oleh DPD. Kegiatan yang syarat dengan Nuansa sosial, pendidikan dan religi ini diselenggarakan dalam upaya menyemarakan bulan suci Ramadhan. Disampaing itu aktivitas PERTUNI dalam bentuk interaksi dengan lembaga dan mitra kerja ekternal juga cukup padat. Sementara di sisi internal, pelaksanaan musyawarah cabang (MUSCAB) di 3 cabang dalam waktu yang berdekatan juga memerlukan perhatian khusus dari DPD. Di bidang hubungan antar lembaga, pada periode ini PERTUNI berhasil membuka jalur komunikasi dengan lembaga-lembaga penting dilingkup Pemda DKI Jakarta, seperti Dinas Olah Raga, Polda Metro Jaya, Dinas Pendidikan dan lembaga-lembaga non pemerintah lainnya II. Keorganisasian A. Musyawarah Cabang (MUSCAB) Pada periode ini, 3 (tiga) DPC telah melaksanakan kewajiban konstitusi dengan menyelenggarakan Musyawarah Cabang (MUSCAB) sebagai implementasi pelaksanaan pendidikan demokrasi dan forum musyawarah tertinggi di tingkat anggota. Selain menetapkan program kerja 5 tahunan, MUSCAB juga memilih dan menetapkan Ketua DPC serta ketua Depercab yang baru untuk 5 tahun mendatang. Adapun Muscab yang diselenggrakan: No. DPC/Kota Tanggal Tempat Ketua DPC Terpilih Ketua Depercab Terpilih
B. Pembinaan Cabang. Dalam menyukseskan pelaksanaan MUSCAB, DPD berkewajiban memantau dan melakukan pembinaan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Dalam hal ini DPD lebih menempatkan diri sebagai konsultan dan nara sumber. Terkait pelaksanaan MUSCAB tersebut, DPD melakukan:
Seluruh pertemuan dilaksanakan disekretariat DPD, dengan tujuan untuk memberikan penguatan, pembekalan dan hal-hal lain terkait menjelang pelaksanaan dan sesudah MUSCAB berlangsung. C. Reschafel Kepengurusan Hasil Keputusan MUSCAB khususnya di DPC Jakarta Timur membawa pengaruh terhadap posisi kepengurusan DPD. Sdr. Yogi Madsoni, Ketua DPC terpilih, sebelumnya berposisi sebagai Ketua I di DPD. Dengan pertimbangan efektivitas dan proporsionalnya kepengurusan di daerah dan cabang, maka perubahan struktur kepengurusan dilakukan ditingkat DPD. Perubahan tersebut adalah pertukaran posisi antara ketua I dan Kepala Biro Hukum dan Advokasi, yaitu antara Sdr. Yogi Madsoni dan A. Rojiin Faqiih. D. Audiensi dengan DPP Untuk menyampaikan secara intensif kondisi yang terjadi ditingkat internal PERTUNI DKI Jakarta, khususnya menyangkut karekteristik anggota, DPD merasa perlu menyampaikan langsung permasalahan kepada DPP. 4 orang DPD terdiri: Ketua Daerah, Ketua I, Ketua II dan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial pada tanggal 04 Agustus 2008, di terima oleh Ketua I dan Sekjen DPP di sekretariat Gedung INKOPOL E. Pelatihan dan Pembinaan Untuk meningkatkan kualitas pengurus DPD, perlu kiranya secara terus menerus mengikuti kegiatan yang bersifat pelatihan dan pembinaan tentang keorganisasian. Untuk itu DPD mengikutsertakan personilnya dalam 2 kegiatan penting:
F. Rapat-Rapat Organisasi Pada kurun waktu ini, beberapa rapat yang diselenggarakan DPD antara lain:
G. Surat Menyurat Dalam Kurun waktu Juli-September 2008, tercatat sirkulasi surat-menyurat DPD terdiri:
III. Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan A. Ketenagakerjaan Pada Triwulan ini kegiatan DPD PERTUNI dibidang ketenagakerjaan mencakup 2 sasaran, yaitu tenaga kerja tunanetra dan tenaga kerja bukan tunanetra yang berasal dari keluarga tunanetra. 1. Pembekalan tenaga kerja formal penyandang cacat (5 Juli 2008) Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk telah terjalinnya hubungan antara PERTUNI Jakarta dengan Dinas Tenaga Kerja. Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari oleh Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, bertempat di Wisma Tanah Air Cawang Jakarta Timur, dengan melibatkan lebih dari 70 peserta dari berbagai organisasi penyandang cacat. PERTUNI melalui Kepala Biro tenaga kerja mengkoordinir 14 orang tunanetra sebagai peserta. Dalam forum ini utusan PERTUNI secara dominant dapat mewarnai, baik dalam sesi diskusi maupun Tanya jawab. Sedangkan tujuan dari kegiatan pembekalan ini adalah untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan mengenai hak dan kewajiban serta problem tenaga kerja penyandang cacat disektor formal. 2. Rekrutmen tenaga kerja dari keluarga Tunanetra Pada bulan Agustus 2008, ALFA MIDI, sebuah Francase Riitael membuka lowongan kerja di pulau Jawa. Untuk wilayah Jabotetabek rekrutmen diprioritaskan kepada keluarga tunanetra anggota PERTUNi hal itu ditandai dengan kunjungan ALFA MIDI ke DPP PERTUNI yang disusul dengan sosialisasi DPP dengan mengundang para ketua PERTUNI diwilayah tersebut, termasuk ketua DPD PERTUNI DKI Jakarta pada tanggal 06 Agustus 2008. DPD selanjutnya mensosialisasikan peluang kerja ini ke 5 (lima) cabang. Pada tanggal 20 Agustus 2008, seluruh berkas pelamar disampaikan kepada pihak ALFA MIDI melalui DPP. Pelamar dari keluarga Tunanetra di wilayah DKI Jakarta tercatat sebanyak 47 orang Sementara test dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2008 dalam hal ini PERTUNI terus melakukan pemantuan, hingga 19 orang dinyatakan diterima. Hal ini merupakan salah satu keberhasilan PERTUNI dalam menjalin kemitraan, yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi keluarga tunanetra, khususnya diwilayah DKI Jakarta. Keberhasilan tersebut terasa nyata, di tengah sulitnya mendapatkan lapangan kerja. B. Kewirausahaan Dibidang kewirausaha, PERTUNI mengupayakan bantuan modal usaha, baik kepada anggota maupun usaha yang dikelola organisasi sendiri. 1. Bantuan Modal Usaha kepada 5 orang anggota. Dalam hal ini PERTUNI bekerjasama dengan Dinas Bintal Kesos DKI Jakarta, dimana 5 orang anggota PERTUNI berkesempatan mendapatkan bantuan modal usaha berupa isi ulang voucher seluler dalam bentuk usaha ekonomi produktif (UEP). Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi mereka, serta menumbuhkan lapangan usaha baru dikalangan tunanetra. Program ini diawali dengan pemberian pelatihan kemasyarakatan dan kewirausahaan kepada lima orang tersebut pada tanggal 24 Juli 2008, bertempat di Gedung Dinas Bintal Kesos di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. PERTUNI melalui Ketua dan Staf DPD menyertai peserta pelatihan tersebut sebagai pendamping. Sementara peserta pelatihan yang merupakan calon penerima bantuan seluruhnya berjumlah 100 orang, yang berasal dari berbagai lembaga dan jenis kecacatan 2. Pengembangan Usaha Warung PERTUNI Seperti disampaikan pada laporan sebelumnya, DPD PERTUNI telah memiliki unit usaha warung PERTUNI, yang terletak dibagian depan sekretariat DPD PERTUNI. Warung yang menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari serta isi ulang vouher ini pada tanggal 21 Agustus 2008 mendapatkan bantuan, berupa dana pengembangan modal usaha sebesar hampir 10 juta rupiah, yang berasal dari Bapak Adang Daradjatun selaku tokoh yang berempati terhadap kegiatan dan perjuangan PERTUNI DKI Jakarta. Bantuan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas unit usaha yang dimiliki, yang pada gilirnya dapat memberikan kontribusi secara financial terhadap kegiatan DPD PERTUNI. Bantuan tersebut diberikan langsung kesekretariat DPD PERTUNI, yang diterima langsung oleh Kepala Biro Kewirausaha dan Kesejahteraan Sosial serta Kepala Biro Tenaga Kerja DPD PERTUNI. IV. Advokasi A. Mengikuti dialog Warga Aktivitas PERTUNI sebagai elemen forum warga kota Jakarta, selalu pro aktif dalam mengikuti berbagai forum dialog warga yang menyangkut kebijakan Pemerintah dan problem masyarakat. Kegiatan yang diikuti antara lain:
B. Advokasi Kasus Tunanetra Setidaknya ada 2 kasus kecelakaan yang mengakibatkan ketunanetraan, yang saat ini tengah dilakukan advokasi dan penanganan oleh DPD PERTUNI DKI Jakarta melalui Kepala Biro Hukum dan Advokasi. 1. Kasus Penganiayaan Di alami olah seorang CPNS dilingkungan Dephankam, yang mengalami kasus penganiayaan hingga mengakibatkan ketunanetraan. Diawali oleh laporan dari orangtua yang bersangkutan yang datang ke sekretariat DPD PERTUNI pada tanggal 12 Juli 2008, selanjutnya DPD melanjutkan dengan melaporkan dan mengkomunikasikan kasus tersebut ke DPP PERTUNI pada tanggal 15 Juli 2008. Ketua DPD langsung diterima oleh Ketua I dan Sekjen DPP PERTUNI. Selanjutnya kasus tersebut ditangani bersama oleh DPD dan DPP, dengan target mempertahankan status CPNS yang bersangkutan serta upaya hukum yang ditempuh. Disamping itu, PERTUNI secara moral juga berupaya menjaga mental yang bersangkutan dalam terus menjalani kehidupan, meskipun dalam kondisi tunanetra. Upaya yang ditempuh antara lain:
2. Kasus Mal Praktek Di alami oleh seorang pegawai dilingkungan Depkes RI, yang mengalami ketunanetraan akibat salah diagnosa atau kasus mal praktek. Untuk melakukan advokasi kasus ini, beberapa aktifis dari kalangan penyandang cacat pada tanggal 14 Agustus 2008 mendatangi kantor Polda Metro Jaya untuk menyampaikan aspirasinya. Perwakilan PERTUNI diminta mengirimkan 2 orang utusan yang diwakili oleh Sdr. Maniso dan April Syar. C. Pelatihan Advokasi dan HAM Kelanjutan dari pelatihan analisis sosial yang diselenggarakan oleh FAKTA pada tanggal 29 Juli s/d 01 Agustus 2008 diselenggarakan kegiatan pelatihan advokasi dan HAM di daerah Lembang Jawa Barat. PERTUNI diwakili oleh 3 orang pengurus, Sdr. Maniso, Yogi Madsuni dan Bayu Iwan Yulianto. Dalam kegiatan tersebut perwakilan PERTUNI juga menjadi peserta aktif. V. Seni dan Olah Raga Dibidang seni dan olah raga ada 2 kegiatan penting yang dilakukan DPD PERTUNI: A. Audiensi Dengan Dinas Olah Raga, 16 Juli 2008 Dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan keberadaan PERTUNI dan kemungkinan pemberian fasilitas serta keterlibatan PERTUNI dalam pengembangan program olah raga dikalangan Tunanetra. Dalam kesempatan ini PERTUNI yang diwakili Ketua DPD, kepala Biro Seni dan Olah Raga dan seorang Staf DPD, menyampaikan beberapa usulan program olah raga tunanetra kepada Dinas Olah Raga. B. Apresiasi Kompetisi Penyandang Cacat Merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh dinas Bintal Kesos setiap tahun, yaitu pertandingan olah raga dan lomba seni yang diikuti oleh para penyandang cacat. Untuk tunanetra dipertandingkan cabang catur, tennis meja dan lomba nyanyi karaoke. PERTUNI mengirimkan 6 orang utusan, yang berhasil mendapatkan peringkat juara kedua untuk lomba karaoke, dan juara ketiga untuk catur dan tennis meja. VI. Kesejahteraan Sosial A. Kegiatan Bakti Sosial PERTUNI digandeng oleh lembaga lain, khususnya untuk mensosialisasikan kegiatan sosial mereka, agar dapat diikuti oleh keluarga tunannentra. Akan tetapi agak disayangkan karena kegiatan sosial tersebut kurang mendapatkan respon dari para anggota, terbukti dari hampir tidak adanya peserta dari keluarga tunanetra yang memanfaatkan kegiatan tersebut. 1. Operasi Katarak Gratis Setelah dilakukan sosialisasi dikalangan anggota selama 2 bulan dari rencana kegiatan yang direncanakan pada pertengahan oktober, tidak satu pun peserta dari keluarga tunanetra yang mendaftarkan diri dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PELITA USILA tersebut. 2. Sunatan Massal Gratis Kegiatan diselenggarakan oleh PERTAMINA Pusat pada tanggal 5 Juli 2008. Dalam kesempatan ini, satu orang anak dari anggota diwilayah Jakarta Selatan terdaftar sebagai peserta. Bagi yang bersangkutan kegiatan social ini cukup membantu, khususnya dalam hal ekonomi. B. Kegiatan Sosial Bulan Ramadhan Telah menjadi hal yang lazim, bahwa selain semarak dengan nuansa ibadah, bulan Ramadhan juga syarat kegiatan bernuasa sosial. Kegiatan sosial berupa pemberian bingkisan atau paket seperti sembako, pada tahun ini juga banyak diselenggarakan oleh lembaga-lembaga, termasuk sasarannya adalah para penyandang cacat. DPD PERTUNI Jakarta dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan NUANSA RAMADHAN PERTUNI (NURANI), 22 September 2008 menyelenggarakan kegiatan tersebut yang diberi nama Amal Sosial Ramadhan. Dalam kegiatan ini dilakukan pembagian bingkisan berupa bahan kebutuhan pokok kepada 600 orang anggota. Untuk anggota dari wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, kegiatan diselenggarakan di Sekretariat DPD Jagakarsa Jakarta Selatan, sedangkan untuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, dipusatkan digedung Yayasan Kartika Destarata, Joglo Kembangan Jakarta Barat. Selain itu, DPD Juga melakukan pendataan pemantauan dan bekerjasama dengan lembaga lainnya untuk kegiatan serupa, antara lain:
VII. Sosialisasi dan Kampanye Kepedulian Berbagai kegiatan dan upaya terus dilakukan oleh PERTUNI menyangkut sosialisasi dan kampanye kepedulian. Tujuannya adalah untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat luas tentang keberadaan PERTUNI khususnya, serta potensi Tunanetra pada umumnya. Diharapkan dengan sosialisasi dan kampanye tesebut, masyarakat akan lebih mengetanui eksistensi dan potensi tunanetra dan PERTUNI, yang pada gilirannya Tunanetra dapat diterima dengan wajar dalam menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga pada umumnya. Setidaknya dalam aktifitasnya sebagai komunitas Forum Warga Kota Jakarta, ada dua kegiatan penting yang diikuti PERTUNI dalam upaya tersebut. A.Hiburan Warga Dalam rangka memperingati HUT RI ke-63 pada tanggal 17 Agustus 2008, sebuah Radio Komunitas local suara warga Jakarta menyelenggarakan siaran siaran live berupa hiburan musik keybord tunggal. Personil J Sentra Band yang dimiliki PERTUNI dipercaya untuk mengisi hiburan warga tersebut selama setengah hari B.Lomba Menggambar Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, pada tanggal 20 Juli 2008 diselenggarakan lomba menggambar tingkat Sekolah Dasar yang berlangsung di kawasan taman suropati Jakarta Pusat. Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta diikuti oleh sekitar 150 anak dari berbagai kalangan warga. PERTUNI mengirimkan 10 orang anak yang merupakan putra dan putri keluarga Tunanetra anggota PERTUNI. Meskipun dari prestasi tidak satupun dari mereka yang meraih juara, namun kehadiran dan penampilan seorang peserta yang merupakan putri dari tunanetra anggota dari Jakarta Selatan cukup mendapat sambutan. Sang anak terpilih untuk berkesempatan berbicara dan berdialog langsung dengan Gubernur. Siswa kelas 3 SD tersebut menyampaikan pemikirannya dengan sangat baik di antara lima anak lainnya yang diberikan kesempatan. Terlebih ketika ia menyampaikan bahwa kedua orangtuannya adalah tunanetra. Hal tersebut tentu turut memberikan pesan dan kesan kepada masyarakat tentang keberhasilan keluarga Tunanetra dalam mendidik anak-anaknya. Gubernur merespon hal tersebut dengan mengundang sang anak beserta orang tuannya untuk mengikuti dan datang ke acara peringatan ulang tahun keluarganya, yang dirayakan dikediaman Gubernur bersamaan dengan kegiatan lomba hari jitu uga. VIII. Kerjasama dan Kemitraan DPD PERTUNI terus berupaya menjalin kerjasama dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang diharapkan dapat mendukung kegiatan dan program kerja mendatang. Kegiatan yang dilakukan meliputi: Audiensi, menerima kunjungan, menghadiri undangan, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga lain. A. Menghadiri Undangan
B. Audiensi Forum audiensi dari waktu ke waktu merupakan suatu media dalam upaya menjalin kemitraan, serta sosialisasi dan kampanye kepedulian, guna mengkomunikasikan keberadaan, peranan dan kegiatan PERTUNI. Pada kurun waktu ini, dua kesempatan tersebut audiensi yang dilakukan adalah: 1. Dewan Tranportasi Kota Jakarta (DTKJ), 9 Juli 2008 Empat orang delegasi PERTUNI yang terdiri Ketua Daerah, Ketua I, Kepala Biro Penyuluhan dan Kaderisasi, serta Kepala Biro Hukum dan Advokasi, diterima oleh segenap angota DTKJ di sekretariatnya. Audiensi ini dinilai sangat penting, karena dalam kesempatan tersebut PERTUNI menyampaikan permasalahan-permasalahan mendasar yang menjadi kesulitan bagi Tunanetra di bidang transportasi, angkutan umum dan lalulintas jalan raya. perwakilan dari DPC. Dalam kesempatan itu pula PERTUNI menyampaikan usulan terkait kepentingan Tunanetra dibidang lalulintas, transportasi dan angkutan jalan raya.
Ketua Daerah, Ketua I, Bendahara Daerah dan Kepala Biro Bina Mental Spritual menerima langsung kunjungan tersebut. Dari pertemuan tersebut diharapkan kedepan PERTUNI DKI akan mendapat patner mediator guna memperoleh dukungan dari pihak stick holder, untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan dan program kerjanya. C. Menerima Kunjungan Sebagai bentuk bahwa keberadaan PERTUNI semakin diperhitungkan oleh kalangan masyarakat luas, belakangan semakin banyak pihak atau lembaga yang datang berkunjung kesekretariat DPD di Jagakarsa. Kehadiran mereka untuk mengetahui lebih jauh perihal PERTUNI, sekedar ingin mendapatkan informasi tertentu, atau memang secara langsung diundang oleh PERTUNI. Pada kurun waktu ini, kunjungan ke DPD antara lain:
Ketua Daerah, Ketua I, Bendahara Daerah dan Kepala Biro Bina Mental Spritual menerima langsung kunjungan tersebut. Dari pertemuan tersebut diharapkan kedepan PERTUNI DKI akan mendapat patner mediator guna memperoleh dukungan dari pihak stick holder, untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan dan program kerjanya. D. Mengikuti Rapat 1.Rapat Penjaringan Calon Penerima Penghargaan Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, menjelang peringatan Hari International Penyandang Cacat (HIPENCA), selalu dilakukan penilaian terhadap tokoh, lembaga dan fasilitas umum, baik individu, pemerintah maupun non pemerintah, serta penca maupun non penca, yang dinilai berjasa dalam bidang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat (UPKS PENCA). Untuk itu pada tanggal 17 September 2008, dengan diprakarsai oleh BK3S, diselenggarakan rapat untuk kepentingan tersebut, yang diselenggarakan di gedung BK3S Jalan Tanjung No. 8 Menteng Jakarta Pusat. Dalam rapat penjaringan calon yang dihadiri oleh beberapa Ketua Organisasi penyandang cacat di DKI Jakarta tersebut, PERTUNI diwakili langsung oleh Ketua Daerah. 2.Rapat Anggaran Dinas Pendidikan, 24 September 2008 Rapat ini diselenggarakan di gedung Pusat Kegiatan Guru (PKGK) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dikawasan Jati Negara Jakarta Timur rapat tersebut terkait dengan kemungkinan pemberian dukungan dana untuk penyelenggaraan pelatihan computer bicara oleh PERTUNI Jakarta dari Dinas Pendidikan. Sebanyak 10 Lembaga Penyandang Cacat yang juga akan mendapatkan bantuan hadir pada rapat tersebut. PERTUNI diwakili oleh Ketua dan Staf DPD. IX. Mental Spiritual Kegiatan di bidang bina mental dan spiritual atau keagamaan juga tetap mewarnai perjalanan PERTUNI Jakarta pada Tri Wulan ini, antara lain: 1. Melanjutkan distribusi Al-Quran Braille Sebanyak dua set Al-Quran Braille kembali diberikan kepada dua orang yang memang membutuhkan. Dengan demikian, dalam waktu satu setengah tahun terakhir DPD telah mendistribusikan sebanyak 37 set Al-Quran Braille kepada 37 anggota yang membutuhkan di lima wilayah cabang. Dengan pemberian secara Cuma-Cuma tersebut diharapkan akan semakin membudayakan kepemilikan Al-Quran Braille dikalangan Tunanetra yang memiliki minat baca dan belajar Al-Quran, tetapi tidak mampu menjangkau harganya yang cukup tinggi. 2. Pesantren Ramadhan Tunanetra Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan diselenggarakan untuk mengisi dan menyemarakan bulan suci ramadhan, guna meningkatkan iman taqwa serta wawasan keislaman dikalangan Tunanetra. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 8-11 September 2008, digedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jakarta Selatan, diikuti oleh 54 peserta yang merupakan perwakilan dari lima cabang. (Lebih rinci mengenai kegiatan tersebut kami sampaikan pada berkas laporan tersendiri/khusus). IX. Penutup Demikian laporan pelaksanaan kegiatan DPD PERTUNI DKI Jakarta kami susun secara ringkas dan sederhana, sebagai bahan evaluasi, evaluasi, informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja DPD. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam bentuk kemitraan dengan PERTUNI. Selanjutnya besar harapan agar ke depan akan lebih meningkatkan kepedulian masyarakat dan pihak-pihak yang berkompeten untuk bersama turut berperan aktif dalam membangun kehidupan yang lebih semestinya bagi Tunanetra. Jakarta, 07 Oktober 2008 Bayu Iwan Yulianto
|















